Teman-temanku

Halo teman-teman. Aku di sekolah. Aku di sini sangatlah banyak teman dan namanya sangat bagus. Ada Aulia, ada Nieto, ada Ica dan masih banyak. Kemudian aku bermain dengan teman-temanku. Lalu bel berbunyi. Itu waktunya untuk berbaris dengan teman-temanku. Sehabis berbaris, semua teman-temanku masuk ke kelas masing-masing. Lalu ibu guru menyuruh anak-anak berdoa tapi tidak ada suaranya. Tapi ada satu anak yang pintar dari yang lainnya, yaitu aku. Kemudian ibu guru marah karena anak-anak nakal. Kemudian bu guru menyuruh anak-anak bergandeng dua untuk berjalan-jalan. Kemudian sehabis berjalan-jalan kita makan. Sebelum kita makan kita harus berdoa. Baru kita makan. Sehabis makan kita berdoa. Selesai makan kalau sudah selesai kita main. Sehabis main kita mau pulang. Kita harus berdoa. Habis berdoa kita mengambil tas. Habis mengambil tas, baru kita pulang. (*)

1 Comment (+add yours?)

  1. amy
    Apr 05, 2009 @ 21:49:51

    “Tapi ada satu anak yang pintar dari yang lainnya, yaitu aku..” ampun dah…ini bawaan narsisme dari siapa ya? ayah atau bunda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: